Sejarah Desa Gandasari

Administrator | 04 Desember 2017 12:45:18 | 0 Kali

SEJARAH DESA GANDASARI

 

Pada masa penjajahan Belanda di tatar tanah Sunda tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat 2 desa bertetangga yang hidup rukun dan damai runtut raut sauyunan, hal ini terjadi karena adanya persamaan kultur baik kultur wilayah, kultur sosial dan kultur budaya bahkan apabila dilihat dari nasab garis keturunan, mayoritas mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat.

Penghidupan masyarakat yang umumnya merupakan petani menambah kentalnya hidup bergotong-royong menambah indahnya kehidupan bermasyarakat dalam lingkungan yang asri bebas dari polusi. Hamparan pesawahan yang membentang diantara liuknya sungai Cikasungka memperlihatkan panorama yang menawan bagaikan hamparan permadani hijau bila dilihat dari bukit-bukit yang ada di sekelingnya, seperti Puncakkere, Gunung Sadu dan Gunung Singa.

Sungai Cikasungka yang mengapit dua desa tersebut adalah sungai yang berasal dari dua sungai yaitu Sungai Cijalupang dan Cipagerel, kemudian Sungai Cikasungka bermuara ke bendungan Rancakembang yang disebarkan ke saluran-saluran untuk mengairi pesawahan di wilayah tersebut.

Nama kedua desa yang indah permai tersebut adalah Desa Kiaraeunyeuh dan Desa Juntigirang merupakan bagian dari wilayah kecamatan Pameungpeuk dan Kawadanaan Banjaran. Persamaan dalam hirup kumbuh dan kedekatan emosionil ini mendorong masyarakat di kedua desa ini untuk bersatu yaitu dengan jalan menggabungkan dua desa ini.

Akhirnya sekira tahun 1933 pada masa pemerintahan Bupati Bandung yang ke-13 yaitu Raden Tumenggung Sumadipradja, kedua desa ini resmi bergabung menjadi satu dan diberi nama Desa Gandasoli.

Nama Gandasoli diambil dari nama sebuah makam kramat yang dikenali sebagai sesepuh pada jamannya yaitu Mbah Eyang Daleum Gandasoli yang berada di Plered (dulu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bandung) sekarang bagian dari wilayah Kabupaten Purwakarta. Gandasoli adalah gabungan dua kata yaitu “Ganda” artinya “Dua atau Dobel” dan “Soli” artinya “Solat atau Sembahyang”, dengan makna yang luas nama Gandasoli berarti hasil dari pada shalat/sembahyang dua raka’at dan menggambarkan sebuah tempat yang kental menganut ajaran Islam.

Pada tahun itu pula diselenggarakan pemilihan Kepala Desa yang pertama di Desa Gandasoli yang dipilih oleh masyakat langsung dan terpilihlah seorang putra terbaik dari kampung Wates Kiaraeunyeuh yaitu Rd. Haji Maksudi yang berbakti menjadi Kepala Desa atau Lurah (sebutan masa itu) mulai tahun 1933 sampai dengan 1941.

Desa Gandasolikemudian dibagi menjadi 3 wilayah kampung (dusun) yang dikepalai masing-masing oleh seorang Kokolot, nama kampung tersebut adalah Kampung Kiaraeunyeuh, Kampung Juntigirang dan Kampung Gandasoli. Pada awal masa baktinya Rd. Haji Maksudi membangun Kantor Desa sebagai Pusat Pemerintahan Desa di kampung Gandasoli.

Batas Desa Gandasoli pada saat itu adalah:

  • Timur             : Desa Bojongkunci (Pameungpeuk), Cangkuang (Banjaran).
  • Utara             : Desa Sangkanhurip, Desa Katapang (Pameungpeuk).
  • Selatan          : Desa Ciluncat, Desa Bandasari (Banjaran), Desa Soreang(Soreang)
  • Barat             : Desa Cingcin (Pameungpeuk).

 

Seiring dengan aturan pemekaran wilayah di Kabupaten Bandung, Katapang adalah merupakan Kantor Perwakilan Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung dari tahun 1976 sampai dengan 1980 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1980 tanggal 9 Juli 1980 tentang Pembentukan Kecamatan Katapang dan sejak bulan Oktober 1980 resmi menjadi Kecamatan depinitif dengan lokasi Kantor sementara bertempat di Kp. Leuweungkaleng Desa Katapang dari tahun 1980 s/d 1983 , tahun 1983 s/d 1996 di Kp. Pangauban Desa Pangauban dan tahun 1996 s/d sekarang Ibukota Kecamatan Katapang di Kp. Cidaweung Desa Sangkanhurip.

Pada Tahun 1983/1984 di Kecamatan Katapang ada pembentukan, penghapusan, pemecahan dan penggabungan desa diantaranya :

  • Desa Gandasoli Dihapus Dan Menjadi 2 ( Dua ) Desa, yaitu :

v  Desa Gandasari Kepala Desa Didin Muhyidin

v  Desa Banyusari Kepala Desa Dijabat / Pjs. Kiki Kusnadi (Jabatan Lama Kadus I Desa Gandasoli)

  • Desa Cingcin dan Desa Parungserab digabung dan dipecahkan menjadi 3 Desa, yaitu :

v  Desa Cingcin Kepala Desa Dijabat / Pjs D. Hidayat (Jabatan Lama Juru Tulis Desa Cingcin)

v  Desa Parungserab Kepala Desa Joko Nono Hermanto

v  Desa Sekarwangi Kepala Desa Dijabat / Pjs Uus Ismail (Jabatan Lama Karyawan Kecamatan Katapang).

  • Desa Katapang dan Desa Cilampeni digabung dan dipecahkan menjadi 3 ( Tiga ) Desa, yaitu :

v  Desa Katapang Kepala Desa Rukmana.

v  Desa Cilampeni Kepala Desa M. Burdah

v  Desa Pangauban Kepala Desa Rukman Hidayat (Jabatan Lama Juru Tulis Desa Cilampeni)

 

Dari  tahun 1984 s/d 2007 jumlah Desa di wilayah Kecamatan Katapang menjadi 10 ( sepuluh ) Desa, yaitu :

1)              Desa Gandasari

2)              Desa Cingcin

3)              Desa Parungserab

4)              Desa Katapang

5)              Desa Sukamukti

6)              Desa Sangkanhurip

7)              Desa Cilampeni

8)              Desa Pangauban

9)              Desa Banyusari

10)             Desa Sekarwangi

 

Pada tahun 2007, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Kutawaringin, bahwa sebagian wilayah Kecamatan Katapang bergabung dengan Kecamatan Soreang, yaitu: Desa Cingcin, Sekarwangi, dan Desa Parungserab, maka Kecamatan Katapang menjadi 7 ( tujuh ) wilayah administratif yaitu :

  • Desa Gandasari Kepala Desa EKA AHMAD MUNANDAR
  • Desa Banyusari Kepala Desa YAYU SITI BANDIYAH
  • Desa Pangauban Kepala Desa YUYUN SUJANA, SE.
  • Desa Katapang Kepala Desa  HILMAN SODIKIN
  • Desa Cilampeni Kepala Desa NANDAN RUKMANA
  • Desa Sukamukti Kepala Desa AKHMAD KHOBIR
  • Desa Sangkanhurip Kepala Desa WILSON FISHER

 

Lahirnya Desa Gandasari tidak terlepas dari sejarah pemekaran wilayah administratif di Kecamatan Katapang sebagaimana tersebut di atas. Selain wilayah kampung dari yang merupakan bagian dari Desa Gandasoli, Desa Gandasari juga mendapat perluasan wilayah bagian dari pemekaran desa Cingcin dengan desa Sekarwangi yaitu Kampung Cibisoro, Kampung Cipinang, Kampung Warunglobak dan Kampung Rancapateuh.

Kepala Desa Gandasari pertama adalah Didin Muhyidin yang saat itu sebagai Kepala Desa Gandasoli sebagai Desa induk yang dimekarkan menjadi 2 Desa (Desa Gandasari dan Desa Banyusari), sementara di Desa Banyusari pada saat itu ditunjuk Pjs. Kepala Desa Kiki Kusnadi.

Untuk penyelenggaraan roda pemerintahan di Desa Gandasari Kepala Desa didampingi oleh Ketua Lembaga Masyarakat Desa (LMD) yaitu Eming serta mitra kerja Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) yang diketuai oleh AYEP, yang selanjutnya kita kenal dengan istilah 3 Pilar Desa, yaitu Pemerintah Desa, LMD dan LKMD.

Pada saat itu pula dibentuk 2 kedusunan atau kampung yang diiringi oleh pemilihan Kepala Dusun (Kadus) yang lebih kental disebut Kokolot.

 

Nama Dusun

Nama Kepala Dusun (Kokolot)

Kampung

I

UDI SULAEMAN

-  Kp.Rancapateuh (ganti nama menjadi Kp.Mekarsari)

-  Kp.Warunglobak

-  Kp. Cipinang (dimekarkan dengan Kp. Sukarajin)

-  Kp. Cibisoro (ganti nama menjadi Mulyasari)

II

OONG SUJANA

-  Kp. Gandasari

-  Kp. Gandasoli

-  Kp. Kebonkalapa

-  Kp. Patrol

 

Sebagai dasar untuk mengenang jasa-jasa Kepala Desa sejak Desa Gandasoli berdiri hingga menjadi Desa Gandasari yang berbakti untuk menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik di bawah ini adalah Nama-nama Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa tersebut:

 

No.

Nama

Masa Bakti

Prestasi

1

Rd. H. Maksudi

1933-1941

-Membangun Kantor Desa

-Pengadaan Tanah Kas Desa (Carik)

2

Rd. Soelaeman

1941-1953

-Penambahan Tanah Carik

3

Nahyoe

1953-1965

-Perbaikan Saluran Air

4

Soemarya (Pjs)

1965-1966

-Pelayanan Publik

5

Soekardi

1966-1968

-Pelayanan Publik

6

Empen

1968-1970

-Pelayanan Publik

7

Ende Karnawinata

1970-1972

-Pelayanan Publik

-Kesenian Rakyat

8

Amik

1972-1975

-SD Juntigirang 2,3 dan 4

-Jalan Juntigirang dan Kiaraeunyeuh

-Irigasi Kiaraeunyeuh

9

Emen (Pjs)

1975-1980

-Sukses Pilkades 1980

10

Barjah

1980-1983

-Perbaikan Irigasi

11

Didin Muhyidin

1983-1999

-Rehab Kantor Desa

-Pemekaran Wilayah

-Pembangunan Jembatan Patrol

-Pembangunan Pasar Desa

-Rehab SD Juntigirang 2

-Pemekaran wilayah RW

12

Oong Sujana (Pjs)

1999-1999

-Sukses Pilkades 1999

13

Eka Ahmad Munandar

1999-2013

-Pembangunan GOR

-Pengaspalan/Hotmik jalan desa

-Drainase/Kirmir/TPT

-Betonisasi/pavingblok jalan setapak

-Rehab RTLH

-Rehab Kantor Desa

-Pembangunan Kantor RW 09 & 12

-Pembangunan PAUD Patria

-Normalisasi Cikasungka

-Normalisasi Cikambuy

-Pembanguna Madrasah RW 09

-Pembangunan MCK RW 06

-Pembangunan Pemilah Sampah

-Posyandu berprestasi tingkat wilayah

-Pembentukan/Pemilihan Badan Perwakilan/Permusyawarat Desa (BPD).

- Gapoktan

14

Budi Rosadi (Pjs)

2013-2013

-Pembangunan Kantor RW 16 & 17

-Sukses Pilkades 2013

15

Solihin Rizal

2013-2019

-Pengangkatan Apatur Desa

-Pemekaran Dusun menjadi 4

 

Desa Gandasari saat ini sangat berbeda dengan saat Desa Gandasari berdiri, perubahan sangat drastis karena perkembangan daerah dan status sosial masyarakat yang berubah dari daerah agraris menjadi pemukiman dan industri.

Perubahan tersebut otomatis merubah pola hidup masyarakat pada umumnya di segala bidang. Hal tersebut terjadi karena  dampak dari perubahan-perubahan di daerah sekitar Desa Gandasari.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Aparatur

Sinergi Program

Wilayah

Agenda

Belum ada agenda

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Lokasi Kantor


Alamat : Jl. Raya Gandasari No. 69
: Gandasari
: Katapang
: Bandung
Kodepos : 40971
Telepon : 022 85876136
Email : info@gandasari.desa.id

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung