SEJARAH DESA GANDASARI
Pada masa penjajahan Belanda di tatar tanah Sunda tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat 2 desa bertetangga yang hidup rukun dan damai runtut raut sauyunan, hal ini terjadi karena adanya persamaan kultur baik kultur wilayah, kultur sosial dan kultur budaya bahkan apabila dilihat dari nasab garis keturunan, mayoritas mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat.
Penghidupan masyarakat yang umumnya merupakan petani menambah kentalnya hidup bergotong-royong menambah indahnya kehidupan bermasyarakat dalam lingkungan yang asri bebas dari polusi. Hamparan pesawahan yang membentang diantara liuknya 2 sungai yaitu Cikasungka dan Cikambuy memperlihatkan panorama yang menawan bagaikan hamparan permadani hijau bila dilihat dari bukit-bukit yang ada di sekelingnya, seperti Puncakkere, Gunung Sadu dan Gunung Singa.
Sungai Cikasungka yang mengapit dua desa tersebut adalah sungai yang berasal dari dua sungai yaitu Sungai Cijalupang dan Cipagerel, kemudian Sungai Cikasungka bermuara ke bendungan Rancakembang yang disebarkan ke saluran-saluran untuk mengairi pesawahan di wilayah tersebut. Sedangkan Sungai Cikambuy merupakan sungai yang hulu sungai yang berasal dari Sungai Cijalupang yang menjadi batas alam dengan Desa bagian Barat yaitu Desa Cingcin.
Nama kedua desa yang indah permai tersebut adalah Desa Kiaraeunyeuh dan Desa Juntigirang merupakan bagian dari wilayah kecamatan Pameungpeuk dan Kawadanaan Banjaran. Persamaan dalam hirup kumbuh dan kedekatan emosionil ini mendorong masyarakat di kedua desa ini untuk bersatu yaitu dengan jalan menggabungkan dua desa ini.
Akhirnya sekira tahun 1933 pada masa pemerintahan Bupati Bandung yang ke-13 yaitu Raden Tumenggung Sumadipradja, kedua desa ini resmi bergabung menjadi satu dan diberi nama Desa Gandasoli.
Dinamakan Gandasoli oleh para tokoh masyarakat pada pada waktu itu dari 2 kata yaitu Ganda artinya dua, dan Soli yang diartikan aliran sungai, jadi Gandasoli mengandung makna satu wilayah yang diapit atau dilalui 2 aliran sungai yaitu Sungai Cikasungka dan Sungai Cikambuy kemudian nama Gandasoli dijadikan nama sebuah kampung yang dikepalai oleh seorang Kokolot.
Sebungan dengan Pusat Pemerintahan Desa (Kantor Desa) berada di Kampung Gandasoli pada saat itu maka nama desa menjadi Desa Gandasoli yang terbagi menjadi tiga kampung yaitu Kampung Gandasoli, Kampung Juntigirang dan Kampung Kiaraeunyeuh.
Pada tahun itu pula diselenggarakan pemilihan Kepala Desa yang pertama di Desa Gandasoli yang dipilih oleh masyakat langsung dan terpilihlah seorang putra terbaik dari kampung Wates Kiaraeunyeuh yaitu Rd. Haji Maksudi yang berbakti menjadi Kepala Desa atau Lurah (sebutan masa itu) mulai tahun 1933 sampai dengan 1941.
Desa Gandasolikemudian dibagi menjadi 3 wilayah kampung (dusun) yang dikepalai masing-masing oleh seorang Kokolot, nama kampung tersebut adalah Kampung Kiaraeunyeuh, Kampung Juntigirang dan Kampung Gandasoli. Pada awal masa baktinya Rd. Haji Maksudi membangun Kantor Desa sebagai Pusat Pemerintahan Desa di kampung Gandasoli.
Batas Desa Gandasoli pada saat itu adalah:
- Timur : Desa Bojongkunci (Pameungpeuk), Cangkuang (Banjaran).
- Utara : Desa Sangkanhurip, Desa Katapang (Pameungpeuk).
- Selatan : Desa Ciluncat, Desa Bandasari (Banjaran), Desa Soreang(Soreang)
- Barat : Desa Cingcin (Pameungpeuk).
Seiring dengan aturan pemekaran wilayah di Kabupaten Bandung, Katapang adalah merupakan Kantor Perwakilan Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung dari tahun 1976 sampai dengan 1980 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1980 tanggal 9 Juli 1980 tentang Pembentukan Kecamatan Katapang dan sejak bulan Oktober 1980 resmi menjadi Kecamatan depinitif dengan lokasi Kantor sementara bertempat di Kp. Leuweungkaleng Desa Katapang dari tahun 1980 s/d 1983 , tahun 1983 s/d 1996 di Kp. Pangauban Desa Pangauban dan tahun 1996 s/d sekarang Ibukota Kecamatan Katapang di Kp. Cidaweung Desa Sangkanhurip.
Pada Tahun 1983 di Kecamatan Katapang ada pembentukan, penghapusan, pemecahan dan penggabungan desa diantaranya, Desa Gandasoli Dihapus/Dipecah menjadi 2 Desa, yaitu : Desa Gandasari dan Desa Banyusari;
Pjs. Kepala Desa pada saat itu adalah Didin Muhyidin (jabatan sebelumnya adalah Kaur Umum di Desa Gandasoli).
Pjs. Kepala Desa Banyusari adalah Kiki Kusnadi (jabatan sebelumnya adalah Kokolot Kampung Kiaraeuyeuh di Desa Gandasoli).
Pada tahun 1984 dilaksanakan pertama kali Pemilihan Kepala Desa Gandasari dan terpilih secara devinitif bapak Didin Muhyidin sebagai Kepala Desa Gandasari yang pertama dari hasil Pilkades 1984.
Dari tahun 1984 s/d 2007 jumlah Desa di wilayah Kecamatan Katapang menjadi 10 Desa, yaitu :
- Desa Gandasari
- Desa Cingcin
- Desa Parungserab
- Desa Katapang
- Desa Sukamukti
- Desa Sangkanhurip
- Desa Cilampeni
- Desa Pangauban
- Desa Banyusari
- Desa Sekarwangi
Pada tahun 2007, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Kutawaringin, bahwa sebagian wilayah Kecamatan Katapang bergabung dengan Kecamatan Soreang, yaitu: Desa Cingcin, Sekarwangi, dan Desa Parungserab, maka Kecamatan Katapang menjadi 7 ( tujuh ) wilayah administratif yaitu :
- Desa Gandasari Kepala Desa EKA AHMAD MUNANDAR
- Desa Banyusari Kepala Desa YAYU SITI BANDIYAH
- Desa Pangauban Kepala Desa YUYUN SUJANA, SE.
- Desa Katapang Kepala Desa HILMAN SODIKIN
- Desa Cilampeni Kepala Desa NANDAN RUKMANA
- Desa Sukamukti Kepala Desa AKHMAD KHOBIR
- Desa Sangkanhurip Kepala Desa WILSON FISHER
Lahirnya Desa Gandasari tidak terlepas dari sejarah pemekaran wilayah administratif di Kecamatan Katapang sebagaimana tersebut di atas. Selain wilayah kampung dari yang merupakan bagian dari Desa Gandasoli, Desa Gandasari juga mendapat perluasan wilayah bagian dari pemekaran desa Cingcin dengan desa Sekarwangi yaitu Kampung Cibisoro, Kampung Cipinang, Kampung Warunglobak dan Kampung Rancapateuh.
Kepala Desa Gandasari pertama adalah Didin Muhyidin yang saat itu sebagai Kepala Desa Gandasoli sebagai Desa induk yang dimekarkan menjadi 2 Desa (Desa Gandasari dan Desa Banyusari), sementara di Desa Banyusari pada saat itu ditunjuk Pjs. Kepala Desa Kiki Kusnadi.
Untuk penyelenggaraan roda pemerintahan di Desa Gandasari Kepala Desa didampingi oleh Ketua Lembaga Masyarakat Desa (LMD) yaitu Eming serta mitra kerja Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) yang diketuai oleh AYEP, yang selanjutnya kita kenal dengan istilah 3 Pilar Desa, yaitu Pemerintah Desa, LMD dan LKMD.
Pada saat itu pula dibentuk 2 kedusunan atau kampung yang diiringi oleh pemilihan Kepala Dusun (Kadus) yang lebih kental disebut Kokolot.
|
Nama Dusun |
Nama Kepala Dusun (Kokolot) |
Kampung |
|
I |
UDI SULAEMAN |
- Kp.Rancapateuh (ganti nama menjadi Kp.Mekarsari) - Kp.Warunglobak - Kp. Cipinang (dimekarkan dengan Kp. Sukarajin) - Kp. Cibisoro (ganti nama menjadi Mulyasari) |
|
II |
OONG SUJANA |
- Kp. Gandasari - Kp. Gandasoli - Kp. Kebonkalapa - Kp. Patrol |
Sebagai dasar untuk mengenang jasa-jasa Kepala Desa sejak Desa Gandasoli berdiri hingga menjadi Desa Gandasari yang berbakti untuk menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik di bawah ini adalah Nama-nama Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa tersebut:
|
No. |
Nama |
Masa Bakti |
Prestasi |
|
1 |
Rd. H. Maksudi |
1933-1941 |
-Membangun Kantor Desa -Pengadaan Tanah Kas Desa (Carik) |
|
2 |
Rd. Soelaeman |
1941-1953 |
-Penambahan Tanah Carik |
|
3 |
Nahyoe |
1953-1965 |
-Perbaikan Saluran Air |
|
4 |
Soemarya (Pjs) |
1965-1966 |
-Pelayanan Publik |
|
5 |
Soekardi |
1966-1968 |
-Pelayanan Publik |
|
6 |
Empen |
1968-1970 |
-Pelayanan Publik |
|
7 |
Ende Karnawinata |
1970-1972 |
-Pelayanan Publik -Kesenian Rakyat |
|
8 |
Amik |
1972-1975 |
-SD Juntigirang 2,3 dan 4 -Jalan Juntigirang dan Kiaraeunyeuh -Irigasi Kiaraeunyeuh |
|
9 |
Emen (Pjs) |
1975-1980 |
-Sukses Pilkades 1980 |
|
10 |
Barjah |
1980-1983 |
-Perbaikan Irigasi |
|
11 |
Didin Muhyidin |
1983-1999 |
-Rehab Kantor Desa -Pemekaran Wilayah -Pembangunan Jembatan Patrol -Pembangunan Pasar Desa -Rehab SD Juntigirang 2 -Pemekaran wilayah RW |
|
12 |
Oong Sujana (Pjs) |
1999-1999 |
-Sukses Pilkades 1999 |
|
13 |
Eka Ahmad Munandar |
1999-2013 |
-Pembangunan GOR -Pengaspalan/Hotmik jalan desa -Drainase/Kirmir/TPT -Betonisasi/pavingblok jalan setapak -Rehab RTLH -Rehab Kantor Desa -Pembangunan Kantor RW 09 & 12 -Pembangunan PAUD Patria -Normalisasi Cikasungka -Normalisasi Cikambuy -Pembanguna Madrasah RW 09 -Pembangunan MCK RW 06 -Pembangunan Pemilah Sampah -Posyandu berprestasi tingkat wilayah -Pembentukan/Pemilihan Badan Perwakilan/Permusyawarat Desa (BPD). - Gapoktan |
|
14 |
Budi Rosadi (Pjs) |
2013-2013 |
-Pembangunan Kantor RW 16 & 17 -Sukses Pilkades 2013 |
|
15 |
Solihin Rizal |
2013-2019 |
-Pengangkatan Apatur Desa -Pemekaran Dusun menjadi 4 |
|
16 |
Solihin Rizal |
2019-2027 |
-Pembangunan infrastuktur di perkampungan menyeluruh. -Pertumbuhan ekonomi masyakat meningkat. -Kehidupan bermasyakat dan beragama meningkat.
|
Desa Gandasari saat ini sangat berbeda dengan saat Desa Gandasari berdiri, perubahan sangat drastis karena perkembangan daerah dan status sosial masyarakat yang berubah dari daerah agraris menjadi pemukiman dan industri.
Perubahan tersebut otomatis merubah pola hidup masyarakat pada umumnya di segala bidang. Hal tersebut terjadi karena dampak dari perubahan-perubahan di daerah sekitar Desa Gandasari.